Antisipasi ISIS, Bentengi Santri dan Umat dengan Kajian Ahlussunnah

0 komentar

Merebaknya jaringan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) hingga masuk ke Indonesia mendapat tanggapan kalangan pesantren. Pengasuh PP Bahrul Ulum Tambak Jombang, KH Hasib Wahab Hasbullah meminta pesantren ikut membentengi santri dan umat dengan menggalakkan kajian Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) An Nahdliyah.

Gus Hasib yang juga putra pendiri NU, KH Wahab Hasbullah ini mewanti wanti santri dan alumninya agar tidak terpengaruh ikut ikutan mendukung ISIS. Meski dikatakannya, pihaknya belum mendengar adanya gerakan organisasi radikal asal Timur Tengah itu di kota santri.

“Hingga saat ini kami belum menemukan adanya gerakan ISIS yang masuk ke Jombang. Namun demikian, kita tetap mewaspadai. Kita minta seluruh pesantren khususnya yang ada di sini membentengi santrinya dengan ajaran Aswaja, sehingga ajaran Islam benar benar bisa menjadi rahmatan lil alamin," tuturnya ditemui di rumahnya, kemarin.

Menurut Gus Hasib biasa dipanggil, organisasi ISIS tidak cocok di Indonesia karena sangat bertentangan dengan ajaran islam. Gerakan dan aktifitasnya yang hendak mendirikan khilafah islamiyah berpotensi memecah belah umat. "Jadi gerakan tersebut sangat bahaya jika masuk ke Indonesia,” tandasnya.

Sebagai antisipasi, mantan anggota DPR RI ini menambahkan, kalagan pesantren NU khussunya lebih bisa menggalakkan dan membentengi para santri dengan ajaran Aswaja.

“Para santri yang mau keluar atau jadi alumni diwajibkan mengikuti pelatihan tentang aqidah ahlus sunnah wal jamaah. Nah, ajaran itulah yang harus dipegang teguh ketika terjun ke masyarakat. Begitu juga dengan para santri yang memasuki pesantren. Mereka langsung dibekali dengan nilai-nilai aswaja Annahdliyah,” pungkasnya. (muslim abdurrahman/mukafi niam/nuonline)
Share this article :

Posting Komentar

 
TEMPLATE ASWAJA| Media Pondok Pesantren Al Islami Balikpapan - All Rights Reserved
Supported : Johny dan Mas Themes